SGI Bima: Setiap Murid Butuh Ruang Kreatifitas Oleh:Eka Ilham

Jangan Memaksa Siswa memahami kita akan tetapi kita yang harus memahami mereka.(Eka Ilham)
Foto; Kelompok Jales Veva Jaya Mahe SMKN 10 Bima Kelautan

Setiap murid butuh ruang kreatifitas, tugas sekolah dan guru memfasilitasi, mempersiapkan, serta mewujudkan apa yang mereka inginkan. Persoalan yang terjadi di dunia pendidikan saat ini salah satu penyebabnya tidak berjalannya fungsi sekolah sebagai ruang belajar sebagai ruang kreatifitas siswa dan fungsi pendidikan keluarga yang tidak berjalan. Sekolah hanya sebagai tempat menggugurkan kewajiban sebagai label tempat bersekolah. Kasus kenakalan remaja seperti tramadol yang merupakan obat perusak generasi telah begitu menampar dunia pendidikan. Peran orang tua dan lingkungan yang tidak baik menimbulkan pribadi siswa yang tertutup pada lingkungannya, sehingga untuk meningkatkan mental dan kepercayaan diri, anak-anak ini menggunakan obat-obat terlarang seperti tramadol yang merusak kesehatan jasmani dan rohaniahnya.

Apa langkah dan solusi yang bisa kita terapkan di lingkungan sekolah?

Pertama:Sekolah harus mampu menjadikan tempat yang nyaman untuk para siswa belajar dan berinteraksi dengan lingkungannya.

Kedua: Sekolah harus mampu memberikan perhatian khusus pada pembinaan Imtak dan ruang kreatifitas siswa seperti ekstrakuriler

Ketiga: Sekolah dan guru harus mampu membuka seluas-luasnya minat dan bakat siswa dengan nemfasilitasi apa yang mereka inginkan selama bertujuan untuk pembinaan karakter

Keempat: Anggaran pendidikan dimaksimalkan sepenuhnya untuk pengembangan sekolah pada guru,siswa dan lingkungan sekolah, sehingga pos anggaran dana BOS dan sejenisnya dapat dipergunakan untuk ruang kreatifitas siswa dan guru

Kelima: Mengoptimalkan hubungan komunikasi antara sekolah dan orang tua murid dalam memantau perkembangan siswa-siswi baik dalam sikap atau prilaku dan aktifitas didalam lingkungan sekolah dan diluar sekolah

Keenam: Sekolah adalah tempat untuk berbagi ilmu dan mengaharkan prilaku yang baik, untuk itu sekolah sebagai teladan bagi siswa dan inspirasi bagi siswa

Ketujuh: Peran orang tua murid dalam pendidikan keluarga adalah yang utama dalam tumbuh kembangnya anak-anaknya. Orang tua harus mampu mendidik anak-anaknya agar tidak terjerumus dengan lingkungan yang buruk pada generasinya. Perhatian terhadap pendidikan dan mental spritual adalah pondasi awal untuk memagari dan mencegah anak-anak kita terjerumus dari lingkungan buruknya. Lingkungan keluarga yang baik akan menghasilkan generasi penerus yang handal

Kedelapan: Peningkatan kualitas pendidikan meliputi dengan pemetaan tenaga pendidikan dan kependidikan yang sesuai dengan kompetensi dan kemampuan akan berpengaruh pada cara mendidik generasi. Dimulai dari SD, SMP, SMA.
SD adalah pondasi pembentukan karakter siswa harus mampu mendidik siswa sejak dini. Begitupun SMP dan SMA/SMK menjadi ruang untuk pembentukan karakter siswa.

Kesembilan: Menempatkan orang-orang yang sesuai dengan kemampuannya pada lembaga-lembaga struktural dan fungsional karena arah kebijakan mereka-mereka inilah yang menentukan akan dibawa kemana generasi kita ini.

Kesepuluh: Keikhlasan dan kesabaran sebagai abdi negara, abdi masyarakat, orang tua merupakan pilar penguat generasi

Apabila instrumen-instrumen diatas dilakukan dengan maksimal maka dengan sendirinya, prilaku-prilaku yang menyimpang seperti penggunaan obat tramadol, kenakalan siswa, dan prilaku yang buruk lainnya dapat kita cegah sedini mungkin. Jangang sampai kita rajin menghujat tentang prilaku siswa kita kalaupun kita sendiri sebagai pendidik, pemimpin, orang tua dan masyarakat tidak mengambil peran dalam mencegah anak-anak kita ini terjerumus ke prilaku yang membuat generasi kita kehilangan masa depan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SGI Bima: Buku Antologi Bhineka Dalam Karya Terbit

SGI Bima: Pendidikan Dan Rantai Kemiskinan Oleh Rhenald Kasali

SGI Bima : Gelar Buka Puasa Bersama